Calvin Ponco Ayaga dan Christian Michael Sianturi yang mempersembahkan ketiga medali tertinggi untuk Jambi itu. Calvin menyumbangkan dua keping, sedangkan Christian sisanya. Dua emas Calvin tersebut didapatkan dari kuda pelana dan palang sejajar putra. Sebab Calvin mampu tampil menawan. Dengan aksinya itu Calvin mendapat poin paling tinggi baik kuda pelana dan palang sejajar.
Sekolah senam " PIONEER GYMNASTICS CLUB " adalah sekolah Senam yang didirikan oleh : Mr. Lulu Manurung, S.Pd ( Mantan Atlit Senam Nasional ) yang berasal dari Jambi, sekarang menjadi Koordinator Pelatih PIONEER GYMNASTICS CLUB
Selasa, 31 Maret 2015
SENAM AKHIRI PACEKLIK MEDALI JAMBI
SURABAYA - Berakhir sudah paceklik medali yang dialami kontingen Jambi di PON Remaja I/2014. Atlet-atlet senam artistik yang akhirnya menyudahi puasa medali tersebut. Tidak tanggung-tanggung mereka mempersembahkan tiga medali emas sekaligus di Hall Senam Nusantara, Citraland Surabaya, Kamis (11/12).
Mengenal Lebih Dekat Lulu Manurung, Pelatih Senam Provinsi Jambi
Kamis, 29/01/2015
Lulu Manurung merupakan mantan atlet senam nasional yang sukses mengharumkan nama Indonesia di diberbagai kejuaraan senam Internasional. Kini, dia bukan lagi menjadi seorang atlet, melainkan seorang pelatih yang tengah konsen menangani Persani di Provinsi Jambi dan menjadi guru
Pernah Jajal Berbagai Pretasi Internasional, Kini Jadi Guru di Jambi
Lulu Manurung merupakan mantan atlet senam nasional yang sukses mengharumkan nama Indonesia di diberbagai kejuaraan senam Internasional. Kini, dia bukan lagi menjadi seorang atlet, melainkan seorang pelatih yang tengah konsen menangani Persani di Provinsi Jambi dan menjadi guru
TIDAK hanya sebagai pelatih berbakat, Lulu Manurung juga menjiwai dunia senam. Buktinya, berkat tangan dinginnya, sederetan prestasi berhasil diraih oleh pesenam Jambi. Terakhir ia sukses mengantarkan Jambi meraih tiga medali emas dan 1 perak diajang PON Remaja 2014 di Surabaya, Jawa Timur (Jatim) kemarin.
Olahraga Membentuk Watak Bangsa
Selasa, 9 September 2014
Olahraga Membentuk Watak Bangsa
Perayaan Hari Olahraga Nasional yang ke-31 di Stadion Sriwedari Surakarta, Tahun 2014
Surakarta. Olahraga membentuk watak seseorang - sportivitas, semangat kerjasama untuk mencapai tujuan bersama atau teamwork, kejujuran, semangat kompetisi dan meraih prestasi dengan kekuatan sendiri. Pendek kata, watak yang diperlukan bagi kemajuan pribadi dan kemajuan bangsa.
“Benar, bahwa kemajuan kita sebagai bangsa pada akhirnya ditentukan oleh watak bangsa dan watak bangsa ditentukan oleh watak masing-masing warga bangsa itu,” kata Wakil Presiden Boediono dalam perayaan Hari Olahraga Nasional yang ke-31 di Stadion Sriwedari Surakarta, Jawa Tengah, 9 September 2014. Turut mendampingi Wapres adalah Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Walikota Surakarta FX Rudyatmo.
Senin, 30 Maret 2015
Wapres Boediono Serahkan Penghargaan kepada Atlet Berprestasi di Haornas
Selasa, 09 September 2014 | 17:24


Solo - Wakil Presiden Boediono menyerahkan penghargaan bagi atlet dan mantan berprestasi yang mengharumkan bangsa pada puncak peringatan Hari Olahraga Nasional Ke-31 yang dipusatkan di Monumen Stadion Sriwedari Solo, Jawa Tengah, Selasa (9/9).
Wapres dalam peringatan Haornas yang mengambil tema "Olahraga Satukan Semangat Bangsa" secara simbolis menyerahkan penghargaan uang terhadap perwakilan 14 atlet dan mantan atlet berprestasi dari 702 orang yang ikut berjuang mengharumkan nama Bangsa.
Sebanyak 14 atlet dan mantan atlet berprestasi baik tingkat SD, SMP, SMA, mahasiswa dan mantan atlet antara lain Diajeng (Jabar), Muhammad Mikael (Jakarta) dari cabang karate masing-masing Rp5 juta, Rafeda N (Jabar) tenis, Putri Narida, Dian Rahmadan (Yogyakarta), Nadia (Jateng) pencak silat Rp7 juta, Ni Gusti Agung (Bali) Rp15 juta, Zulkifli (Jatim) pelatih wushu, Lulu Manurung (Jambi) wasit,
32 Wasit Artistik Putera Ikuti Penataran Wasit Nasional Siklus 2013-2016
Pagi ini tepat pukul 08.00 WIB, dibuka secara resmi penataran wasit artistik putera tingkat Nasional siklus 2013-2016. Tercatat 32 peserta yang berasal dari berbagai Pengprov Persanidi Indonesia. Selama 4 hari kedepan, para wasit akan dibimbing oleh penatar asal Singapura (Mr. Chai San Gan). Gan begitu dia disapa, merupakan salah satu wasit yang sudah memiliki brevet FIG Cat. 2. Sehingga dengan pengalamannya dan kapasitasnya tersebut, ini menjadi peluang yang sangat baik bagi wasit Indonesia menimba ilmu dan pengalaman darinya.
Selain penatar asing, dua instruktur nasional yang juga mendampingi Gan selama kursus ini yaitu Lulu Manurung (Komtek Art. Putera PB Persani) dan Alex B.
Langganan:
Postingan (Atom)





